Monday, November 22, 2010

hello new world.

sedang busy menyambut kedatangan dunia baru..
sedang busy menyesuaikan diri..
sedang busy untuk habis kan duit..
sedang busy untuk penat kan kaki badan..
sedang busy untuk kena marah..
sedang busy untuk kena perli..
sedang busy untuk tiada masa ber hu ha
sedang busy untuk berhimpit-himpitan..
semua sedang...


bersedia belum tapi sudah sedang macam mana?


walau apa pun REDAH saja kan??? 

Saturday, November 20, 2010

tapi kau tak pernah tau.

kau tahu tak..
kadang-kadang
bila aku rasa happy yang teramat sangat
aku terus teringat kau
mahu terus cerita semuanya


terusan aku berhenti.


aku fikir mana ada kau lagi..
mana ada ! sudah tiada! 


bila aku sedih sangat
sedih yang hanya aku mahu kau saja tau

mahu terus cerita semuanya..


terusan aku berhenti.


aku fikir mana ada kau lagi..
mana ada! sudah tiada!


sekarang aku harus share moment aku sama siapa? 




kadang2 aku perlu seorang yang betul mahu dengar cerita aku macam yang kau buat dulu.
sebab bukan semua orang bole dengar cerita bodoh aku..


dengar tanpa perlu menghakimi aku.


walau kadang kala kau tak respond dgn baik. aku selesa cerita semua sama kau sebab kau tak pernah menghakimi aku. 







Friday, November 19, 2010

two way of friendship.

dia sangat annoying
menyakitkan
tapi aku sedar
bila aku susah dia ada.


---------------------------------------------


dia selalu ada
selalu ada ketika rapuh
selalu ada 
sentiasa ada
sekarang sudah tiada.

Tuesday, November 16, 2010

happy eid adha.

Selamat Hari Raya Aidiladha to all!!!!
Have a blessed and blissful eid.



korban?

pengorbanan perasaan. :') 


Sebab aku Laki-laki.

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada 
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap 

wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-
bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. 
Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" 
Demikian pertanyaannya, 
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." 
Itulah jawaban Ayahnya. 
Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa 
penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak 
wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya 
mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." 
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri 
Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut 
dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi 
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar 
benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." 
Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi 
dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi 
itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas 
sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu 
rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin 
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia 
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa 
aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting 
tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup 
kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari 
sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal 
dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali 
dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat 
dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya 
tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya 
basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia 
relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu 
dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan 
mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan 
membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya 
tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya 
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang 
demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi 
apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai 
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah 
memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya 
tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan 
kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar 
selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk 
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & 
menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap 
Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & 
bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, 
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap 
kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, 
sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & 
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia 
& BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai 
laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, 
senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap 
perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup 
keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai 
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan 
dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh 
laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di 
Dunia & Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut 
& berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik 
Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu 
merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. 
" AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang 
begitu agung, Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya.


" AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."
taken from zhafran


sources:unknown